Kadang aku berfikir, sedikit.
Aku tak mengerti.
Saat berdua dengannya, ia mungkin berbeda, namun ia juga mungkin sama.
Aku mungkin hanya bingung.
Aku mungkin hanya sama sekali belum mengenalnya.
Parameter terus berubah.
Aku memang ingin bersamanya.
Dia mungkin juga ingin bersamaku.
Namun disaat yang bersamaan, aku berfikir, lagi.
Aku kadang tak ingin sering-sering bertemu dengannya.
Itu menyakitkan.
Dia mungkin juga memang tak ingin bersamaku.
Mungkin semua ini, selama ini, ia hanya beralasan.
Aku tak tahu.
Hanya dia dan Tuhan yang tahu.
Saat orang lain mengganggu, sikapnya seolah-olah berubah didepanku.
Yang tadinya sudah kubiasakan dari aku-kamu.
Menjadi gue-elo saat orang lain bersama kita.
Ini mungkin aneh.
Aku hanya berfikir, lagi.
Ia mungkin tak ingin terlihat dekat denganku.
Bahkan saat orang lain berkata kamu saat memanggilku.
Mungkin ia hanya cemburu.
Tidak, yang benar mungkin dia ingin mengejek.
Aku sama sekali tidak mengerti.
Saat jemariku berubah menjadi lebih dingin.
Namun disisi lain tubuhku terasa panas seketika.
Saat hati ini berdegup lebih kencang.
Saat aku sama sekali tak bisa berbicara.
Bahkan tak bisa mendengar dan berkonsentrasi apa yang sedang ia bicarakan.
Aku mungkin terlalu senang.
Namun disisi lain, mengapa aku begitu terlihat bodoh.
Hanya saat berdua.
Ya, percakapan yang kita lakukan mungkin sederhana.
Tidak jarang ia yang memulai pembicaraan.
Hei, sudah kubilang aku tak bisa berbicara dengan benar didepannya.
Ku ingin bertanya, namun tidak ada yang keluar dari mulutku ini.
Aku pun bingung.
Aku terkadang tidak senang dengan keadaan seperti ini.
Saat bertemu dengan orang lain, ia mungkin berbeda dimata ku.
Ah, sungguh aku tidak mengerti.
Aku bingung.
Ah, tapi aku juga tahu bahwa ia pun kebingungan.