Aku tak bisa mengucapkan selamat tiggal pada hari itu
Karena itu seperti mengakui bahwa kita tak bisa lagi bertemu
Maka aku berbohong bahwa aku baik-baik saja hingga akhir
Setiap kali aku memikirkan hal-hal yang sangat berharga
Aku menyembunyikan diriku yang sebenarnya
Terlalu pengecut untuk bertindak egois
Disini tanpa dirimu
Terlalu luas untuk ku sendiri
Kemanakah sebaiknya jika aku berjalan?
Diamond yang berlimpah ruah
Bergulir dengan gemerlap angin mendekati pipiku
Bagaimanapun sedihnya waktu
Aku mengharaokan kekuatan agar tak terluka
Aku selalu terlambat dan hanya menyesal..
Yang tersisa dalam hati adalah menebalkan tembok
Siapapun menjatuhkan air matanya di balik sanyumnya
Semua yang kau berikan untuk ku
Masih ku hitung dengan jariku
Tak akan pernah kulupakan
Diamond yang tak berakhir
Meluap menuju langit berbintang berwarna kesedihan
Meskipun aku tak bisa melihatmu lagi
Berkali - kali ku berdiri terdiam, menoleh dan mencari
Kenagan tentang kita berdua terasa jauh
Hanya rembulan yang menatap satu bayanganku
Aku tak menyesali diriku yang penurut
Suatu hari nanti aku pasti terbiasa...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar