Detik ini aku menulis tulisan ini aku masih berumur 19 tahun.
Sekarang masih bulan Juli. 5 bulan lagi aku akan memasuki usia 20 tahun.
Sungguh cepat waktu berjalan. Aku bisa menulis (mengetik) ini karena aku sedang
liburan dari kehidupan perkuliahan yang padat akan mata kuliah yang sulit
kumengerti ataupun tugas-tugas berat organisasi. Saat masuk kuliah bulan
Agustus nanti, aku akan memasuki semester 5 yang diprediksikan salah satu
semester yang paling berat juga penuh dengan kegiatan organisasi. Aku tak peduli
seberat apapun nanti. Asal aku masih bisa berusaha dan berdoa, bagiku semua itu
tak masalah. Masalahnya justru akan datang saat pikiranku tidak fokus terhadap
tanggungjawabku yang harus aku laksanakan. Hanya satu hal itu saja yang
kira-kira paling aku takuti.
Kalau boleh jujur, selama liburan ini aku berada dirumah. Aku
sedang tidak berada di lingkungan kampus. Yang intinya, aku akan lebih sering
mengingat dan meratapi masa lalu yang sering terbesit saat waktuku sangat
luang. Selain rumahku yang terletak di salah satu pusat kota Jakarta Selatan,
rumahku ini adalah tempatku pulang saat aku masih menduduki bangku SMA.
Sehingga sangat memungkinkan bagiku untuk mengingat masa lalu lebih sering bila
aku berada dirumah ini.
Sungguh, terkadang aku masih tidak menyangka aku akan merasakan
kerinduan yang luar biasa bila sedang berada dirumah ini. Kerinduan yang jarang
aku rasakan bila aku berada dalam lingkungan kampus. Kerinduan akan sesuatu
yang kata orang-orang merupakan kenangan paling tak terlupakan dalam hidup
sebagian besar orang-orang. Kerinduan yang bisa dibilang sia-sia bila
diingat-ingat. Karena biasanya hanya akan mengakibatkan keinginan si perindu
untuk memutar ulang waktu untuk merasakan kembali rasa menyenangkan di masa
yang dirindukannya itu. Tapi sayangnya, ternyara akulah salah satunya. Akulah
salah satu perindu masa-masa itu. Akulah salah satu orang yang tidak bisa lepas
dari kenangan itu.
Dulu pada awal aku baru saja menduduki bangku SMA kelas 1 itu,
aku sering mendengar pembicaraan orang yang lebih tua dariku berkata kalau
kenangan dimasa SMA adalah kenangan yang paling paling tidak bisa dilupakan
oleh sebagian besar orang. Awalnya aku merasa mungkin hal itu hanya berlaku
bagi orang yang berbicara begitu, karena ia yang merasakannya. Aku juga merasa
kalau aku mungkin tidak akan merasakan demikian. Karena pada saat itu juga aku
tidak merasakan apa-apa dan karena aku menjalaninya dengan sangat normal.
Tapi ternyata, semua itu salah. Aku sedikit menyesal dengan
pikiranku yang masih kekanak-kanakan waktu itu. Andai aku bisa merasakan betapa
menyenangkannya masa SMA, aku mungkin sudah memiliki lebih banyak kenangan
manis dan sudah mengabadikannya misalnya lewat foto, tulisan atau semacamnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar