Senin, 29 Oktober 2018

Kelas Religi Jawa

Gatau ini gue telat banget apa gimana, gue baru dapet pencerahan dari mata kuliah religi jawa tadi siang.
Mungkin karena tadi kelompok gue yang presentasi dan gue yg jadi juru bicara kelompok gue ya. Entahlah. Baru bisa ‘mindfulness’ di pertemuan tadi. *mungkin juga gara-gara orang yang bikin salfok lagi gak masuk kelas hehe*

Materi pertemuan minggu ini itu ngebahas tentang “Sangkan-paraning Dumadi”.
Kalo di islam, konsepnya sih “Innalilahi Wa Innailaihi Rajiun”.
Dari diskusi kelas tadi intinya konsep itu sih bagaimana kita menjalani hidup ini untuk mencapai kesempurnaan bersama Tuhan atau kembali kepada Tuhan. Pokoknya hidup ini tuh bakal terus berjalan dan berputar terus selagi ada yang salah, selagi kita memang dipaksa ‘menyadari’ apa yang salah sama diri kita lewat ujian-ujian yang di kasih sm Tuhan.
Kalo di ajaran hindu-buddha ada konsep karma. Di ajaran atheis ada konsep “kamu akan mendapatkan kembali apa yang kamu lakukan”, entahlah lupa namanya apa.
Jadi setiap hari itu ujian pasti dateng, bahkan contohnya aja dapet rejeki melimpah sekalipun juga termasuk ujian buat kita. Dengan pendalaman ‘pengalaman’ ujian-ujian itu, kita diharuskan mengerti apa hikmah yang kita dapet dari kejadian tiap kejadian di hidup kita.
Intinya emang kita diharuskan “eling”, kalo kata orang Jawa. Inget posisi hidup kita. Bahwa selama kita masih berbuat kesalahan, hidupmu akan terus berlanjut karena kamu harus menyadari dan ‘membayar’ kesalahan-kesalahanmu itu.

26 November 2017 5.47 PM [Latepost]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar