Senin, 29 Oktober 2018

You

Aku pesimis dan tak percaya diri. Aku tak mau berharap lebih karena aku takut. Aku juga trauma.
Namun meski begitu, dibalik perasaan-perasaan negatif seperti itu.. aku ingin menyayanginya sebagaimana aku pernah merasakan jatuh cinta. Aku ingin bahagia. Rasa nyaman yang telah muncul sesaat aku mulai mengenal dia, ku coba untuk menggunakan rasa nyaman itu guna menyelimuti rasa sakit dari luka yang pernah ada.
Teringatnya bayangan setiap masa lalu yang tak ingin ku ingat jelaslah pasti selalu menyakitkan. Hati yang rasanya telah dicabik-cabik. Air mata yang terbuang sia-sia. Serta pikiran-pikiran yang pernah mengganggu aktivitasku di masa lalu. Ingin rasanya segera membuangnya begitu saja.
Namun begitu sekali mengingatnya, hancur semua rasanya. Aku merasa menyesal telah jatuh cinta. Aku menyesal telah mengerahkan semua kehidupanku hanya untuk orang seperti itu. Aku merasa lelah. Bahkan aku selalu menjadi tidak percaya diri karena merasa selalu akan ditolak.
Untuk yang kesekian kalinya, aku tak ingin merasakan jatuh cinta.
Juga untuk yang kali ini. Berkali-kali aku terus mencoba mengelak bahwa aku telah jatuh cinta. Berulang kali aku mengelak bahwa aku sungguh-sungguh telah menyayangi dirinya. Tapi ternyata, aku salah. Dirinya juga hampir juga pernah merasakan apa yang aku rasakan di masa lalu. Rasa lelah dan takut menghampiri menjadi satu saat kita bertemu. Kita saling ragu-ragu dalam membuat langkah lebih besar. Karena kita sama-sama merasakan ketakutan yang sama. Sebenarnya, kebodohan-kebodohan yang tak ingin terulang kembali membuat kita sama-sama sulit untuk terbuka lebar.


[Latepost] 5 May 2017 6.22AM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar